Kisah Pasien: Dari Diagnosis AML-M2 hingga Menjadi Mahasiswa Baru di Universitas – Perjalanan Lima Tahun Menuju Pemulihan
Pada musim panas tahun 2015, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun bernama Mingming (nama samaran) didiagnosis menderita leukemia myeloid akut (AML-M2). Apa yang seharusnya menjadi masa riang di kelas enam berubah menjadi perjalanan berat penuh perawatan, rawat inap di rumah sakit, dan tekad yang tak kenal lelah. Kini, lima tahun setelah transplantasi, Mingming tidak hanya mencapai remisi tetapi juga mewujudkan mimpinya untuk masuk universitas.
Diagnosis yang Mengerikan dan Pencarian Harapan
Gejala awal Mingming, termasuk nyeri tulang dan memar yang terlihat, menyebabkan diagnosis mengejutkan berupa AML-M2. Keluarganya, yang tinggal di sebuah daerah kecil di Xinjiang, memulai perjalanan sulit dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain untuk mencari pengobatan yang efektif. Perjuangan itu penuh dengan tantangan fisik dan emosional, karena siklus kemoterapi menguras semangatnya dan keluarganya. Meskipun mencapai remisi morfologis parsial, gen fusi AML1-ETO tetap terdeteksi, menandakan respons yang tidak lengkap.
Awal Baru di Rumah Sakit Lu Daopei
Pada Juni 2016, Mingming dan keluarganya tiba di Rumah Sakit Lu Daopei. Setelah evaluasi menyeluruh, tim medis yang dipimpin oleh Dr. Zhou Jarui dan Dr. Wang Jingyu merekomendasikan transplantasi sel induk hematopoietik haploidentik dengan menggunakan ayahnya sebagai donor. Perawatan yang teliti dan keahlian tim transplantasi menanamkan harapan dan keberanian baru pada Mingming dan keluarganya.
Proses transplantasi tersebut penuh tantangan. Mingming menghadapi komplikasi, termasuk penyakit graft-versus-host (GVHD) pada hati dan kulit serta infeksi sitomegalovirus (CMV). Namun, perawatan profesional dan penuh kasih sayang dari tim membantunya mengatasi rintangan ini. Pada tahun 2018, kimerisme alogenik dikonfirmasi mencapai 100%, dan penyakit tersebut tetap dalam remisi selama masa tindak lanjut.

Mimpi yang Terwujud
Kini, lima tahun setelah transplantasi, kesehatan Mingming terus membaik, dan ia telah mencapai tujuannya untuk kuliah di universitas. Merenungkan perjalanannya, ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada keluarganya, staf medis yang berdedikasi di Rumah Sakit Lu Daopei, dan masyarakat luas yang telah mendukungnya. Kisah Mingming adalah bukti ketahanan dan kekuatan perawatan medis canggih dalam mengubah kehidupan.
Sebuah Pesan Harapan
Kepada mereka yang masih berjuang melawan penyakit serupa, Mingming berbagi:
“Jangan takut. Beranilah dan terus maju. Kamu tidak sendirian dalam perjuangan ini. Di belakangmu bukan hanya keluargamu, tetapi juga banyak tenaga medis dan orang-orang yang sangat peduli dengan kesembuhanmu. Bersama-sama, kita dapat menaklukkan kegelapan penyakit dan merangkul cahaya kehidupan.”










