Studi Terobosan Diterbitkan di Jurnal Blood: Terapi CD7 CAR-T Berbasis Nanobody untuk Leukemia Myeloid Akut
Tim Medis Lu Daopei telah membuat kemajuan luar biasa di bidang hematologi. Di bawah kepemimpinan Dr. Lu Peihua, studi inovatif mereka, “Antigen Chimeric Berbasis Nanobody yang Dipilih Secara Alami dan Ditargetkan pada CD7” Sel T Reseptor Terapi untuk Leukemia Mieloid Akut, baru-baru ini diterbitkan di jurnal internasional ternama. Darah (Faktor Dampak: 21). Penelitian ini menyoroti pendekatan revolusioner untuk mengobati leukemia myeloid akut (AML), menunjukkan kemanjuran dan keamanan yang luar biasa dalam membunuh tumor sekaligus memberikan harapan baru bagi pasien dengan AML kambuh atau refrakter (R/R).

Pendekatan Inovatif
Studi ini mempelopori penggunaan sel CAR-T CD7 berbasis nanobody dalam terapi AML. Terapi CAR-T tradisional biasanya menggunakan fragmen variabel rantai tunggal (scFv) yang berasal dari antibodi monoklonal (mAb). Penelitian ini memanfaatkan nanobody—antibodi domain tunggal yang berasal dari antibodi rantai berat unta. Nanobody, karena ukurannya yang lebih kecil (15 kDa dibandingkan dengan IgG manusia 150 kDa) dan imunogenisitas yang berkurang, memberikan spesifisitas antigen dan afinitas pengikatan yang lebih unggul sekaligus meminimalkan efek samping.
NS7CAR-T berbasis nanobody menunjukkan peningkatan efikasi antitumor dan keamanan baik dalam uji praklinis maupun klinis. Hasil praklinis mengungkapkan proliferasi sel dan aktivitas antitumor yang lebih unggul dibandingkan dengan sel CAR-T berbasis scFv. Selain itu, dalam uji klinis Fase I, pengobatan tersebut mencapai tingkat remisi lengkap 70% di antara 10 pasien AML CD7-positif, dengan 60% mencapai status penyakit residual minimal (MRD) negatif.
Dampak Klinis
Uji klinis ini melibatkan pasien dengan profil risiko tinggi, termasuk mereka yang sebelumnya menjalani transplantasi sel induk hematopoietik (allo-HSCT) atau beberapa lini terapi. Terlepas dari tantangan ini, terapi NS7CAR-T berbasis nanobody mencapai hasil yang menjanjikan dengan efek samping yang dapat dikelola, termasuk sindrom pelepasan sitokin (CRS) ringan pada 80% peserta. Tidak ada kasus neurotoksisitas yang diamati.
Arah Masa Depan
Studi ini menggarisbawahi perlunya uji coba yang lebih besar untuk lebih memvalidasi kemanjuran dan keamanan terapi CAR-T CD7 berbasis nanobody dalam pengobatan AML. Studi ini juga menyoroti tantangan seperti hilangnya antigen CD7, yang tetap menjadi hambatan signifikan pada kasus kambuh. Mengatasi masalah ini akan menjadi kunci untuk mengoptimalkan terapi untuk aplikasi klinis yang lebih luas.
Cakrawala Baru untuk Pengobatan AML
AML, suatu keganasan hematologi yang sangat kompleks dan heterogen, telah lama menimbulkan tantangan dalam mencapai remisi yang tahan lama dan meningkatkan angka kelangsungan hidup secara keseluruhan. Inovasi yang diperkenalkan oleh Tim Medis Lu Daopei tidak hanya menawarkan jalan terapi baru bagi pasien, tetapi juga memperkuat keunggulan akademis mereka dalam penelitian hematologi global.
Pencapaian ini menjadi bukti dedikasi tim dalam menjembatani penelitian mutakhir dan praktik klinis. Seiring tim terus mengeksplorasi pengobatan inovatif, pekerjaan mereka membawa harapan baru bagi pasien di seluruh dunia dan membuka jalan bagi kemajuan transformatif di bidang hematologi.










