Terapi CAR-T CD19 Dosis Rendah dari Rumah Sakit Lu Daopei Menunjukkan Hasil yang Menjanjikan pada Pasien B-ALL
Dalam sebuah studi inovatif yang dilakukan di Rumah Sakit Lu Daopei, para peneliti telah melaporkan kemajuan signifikan dalam pengobatan leukemia limfoblastik akut B (B-ALL) yang refrakter atau kambuh menggunakan terapi sel CAR-T dosis rendah yang diarahkan pada CD19. Studi yang melibatkan 51 pasien ini mengungkapkan bahwa pendekatan inovatif ini tidak hanya mencapai tingkat remisi lengkap (CR) yang tinggi tetapi juga mempertahankan profil keamanan yang menguntungkan.
Tim peneliti, yang dipimpin oleh Dr. C. Tong dari Departemen Hematologi dan Dr. AH Chang dari Pusat Penelitian Klinis dan Translasi di Fakultas Kedokteran Universitas Tongji, menyelidiki efek pemberian dosis sel CAR-T yang lebih rendah—sekitar 1 × 10^5/kg—dibandingkan dengan dosis konvensional yang lebih tinggi. Pendekatan ini bertujuan untuk menyeimbangkan efektivitas terapi dengan pengurangan efek samping yang parah, khususnya sindrom pelepasan sitokin (CRS).

Hasil penelitian ini sangat meyakinkan. Di antara 42 pasien B-ALL refrakter/kambuh, 36 mencapai remisi lengkap (CR) atau CR dengan pemulihan jumlah sel yang tidak lengkap (CRi), sementara kesembilan pasien dengan penyakit residual minimal (MRD) mencapai negativitas MRD. Lebih lanjut, sebagian besar pasien hanya mengalami CRS ringan hingga sedang, dengan kasus berat dapat ditangani secara efektif melalui strategi intervensi dini.
Dr. Tong menyoroti pentingnya studi ini, dengan menyatakan, "Hasilnya menunjukkan bahwa terapi sel CAR-T CD19 dosis rendah, diikuti dengan transplantasi sel induk hematopoietik alogenik (allo-HCT), memberikan pilihan pengobatan yang sangat efektif bagi pasien yang memiliki alternatif terbatas. Terapi ini tidak hanya menawarkan tingkat respons yang tinggi tetapi juga secara signifikan menurunkan risiko efek samping yang parah."
Keberhasilan studi ini menggarisbawahi potensi terapi sel CAR-T yang disesuaikan dalam mengobati keganasan hematologi kompleks. Rumah Sakit Lu Daopei, yang terkenal dengan karya perintisnya di bidang seluler. Imunoterapi, terus memimpin dalam menyediakan perawatan mutakhir bagi pasien dengan kondisi hematologi yang menantang.
Seiring berjalannya penelitian, tim peneliti optimis dapat lebih menyempurnakan dosis dan protokol untuk meningkatkan hasil pengobatan pasien. Temuan dari penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal tersebut. Leukemia dan memberikan prospek yang penuh harapan bagi pasien B-ALL di seluruh dunia.










