Meningkatkan Efektivitas PROTAC: Sebuah Studi Terobosan
Penggunaan molekul kecil pendegradasi, seperti PROTAC (PROteolysis TArgeting Chimeras), mewakili strategi terapeutik baru dengan menginduksi degradasi cepat protein penyebab penyakit. Pendekatan ini menawarkan arah baru yang menjanjikan untuk pengobatan berbagai penyakit, termasuk kanker.
Kemajuan signifikan di bidang ini baru-baru ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications pada tanggal 2 Juli. Studi yang dipimpin oleh tim peneliti ini mengidentifikasi beberapa jalur pensinyalan seluler yang mengatur degradasi terarah protein-protein kunci seperti BRD4, BRD2/3, dan CDK9 menggunakan PROTAC.
Untuk menentukan bagaimana jalur intrinsik ini memengaruhi degradasi protein, para peneliti meneliti perubahan degradasi BRD4 dengan atau tanpa adanya MZ1, sebuah PROTAC BRD4 berbasis CRL2VHL. Temuan tersebut menunjukkan bahwa berbagai jalur seluler intrinsik mungkin secara spontan menghambat degradasi yang ditargetkan pada BRD4, yang dapat diatasi oleh inhibitor spesifik.
Temuan Utama: Para peneliti memvalidasi beberapa senyawa sebagai peningkat degradasi, termasuk PDD00017273 (inhibitor PARG), GSK2606414 (inhibitor PERK), dan luminespib (inhibitor HSP90). Hasil ini menunjukkan bahwa berbagai jalur seluler intrinsik memengaruhi efektivitas degradasi protein pada berbagai tahapan.
Pada sel HeLa, diamati bahwa penghambatan PARG oleh PDD dapat secara signifikan meningkatkan degradasi target BRD4 dan BRD2/3 tetapi tidak pada MEK1/2 atau ERα. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa penghambatan PARG mendorong pembentukan kompleks terner BRD4-MZ1-CRL2VHL dan ubikuitinasi terkait K29/K48, sehingga memfasilitasi proses degradasi. Selain itu, penghambatan HSP90 ditemukan dapat meningkatkan degradasi BRD4 setelah ubikuitinasi.
Wawasan Mekanistik: Studi ini meneliti mekanisme yang mendasari efek-efek tersebut, mengungkapkan bahwa inhibitor PERK dan HSP90 merupakan jalur utama yang memengaruhi degradasi protein melalui sistem ubiquitin-proteasom. Inhibitor ini memodulasi berbagai tahapan dalam proses degradasi yang diinduksi oleh senyawa kimia.
Selain itu, para peneliti menyelidiki apakah penambah PROTAC dapat meningkatkan efisiensi pendegradasi yang ampuh. SIM1, PROTAC trivalen yang baru dikembangkan, terbukti lebih efektif dalam menginduksi pembentukan kompleks BRD-PROTAC-CRL2VHL dan degradasi BRD4 dan BRD2/3 selanjutnya. Kombinasi SIM1 dengan PDD atau GSK menghasilkan kematian sel yang lebih efisien daripada hanya menggunakan SIM1 saja.
Studi ini juga menemukan bahwa penghambatan PARG dapat secara efektif mendegradasi tidak hanya protein keluarga BRD tetapi juga CDK9, yang menunjukkan penerapan temuan ini yang lebih luas.
Implikasi di Masa Depan: Para penulis studi ini memperkirakan bahwa skrining lebih lanjut akan mengidentifikasi jalur seluler tambahan yang berkontribusi pada pemahaman mekanisme degradasi protein yang ditargetkan. Wawasan ini dapat mengarah pada pengembangan strategi terapi yang lebih efektif untuk berbagai penyakit.
Referensi: Yuki Mori dkk. Jalur pensinyalan intrinsik memodulasi degradasi protein yang ditargetkan. Nature Communications (2024). Artikel lengkapnya dapat dilihat di https://www.nature.com/articles/s41467-024-49519-z
Studi terobosan ini menggarisbawahi potensi PROTAC dalam aplikasi terapeutik dan menyoroti pentingnya memahami jalur pensinyalan seluler untuk meningkatkan efektivitas degradasi protein yang ditargetkan.










