Studi Multisentris Menunjukkan Prognosis Baik untuk Pasien Kanker Hematologi yang Menjalani Transplantasi Sel Punca Alogenik MMUD dengan ATG
Sebuah studi retrospektif multisenter yang dilakukan di Tiongkok telah menyoroti hasil yang menjanjikan dari transplantasi sel induk hematopoietik alogenik (allo-HSCT) dari donor yang tidak cocok dan tidak terkait (MMUD) untuk pasien dengan keganasan hematologi. Diterbitkan dalam Transplantasi Sumsum TulangStudi ini meneliti efektivitas penggabungan transplantasi sel punca alogenik MMUD dengan globulin antitimosit (ATG) untuk mencegah penyakit graft-versus-host (GVHD). Pendekatan ini telah menunjukkan hasil klinis yang kuat, bahkan dengan ketidakcocokan kompatibilitas antigen leukosit manusia (HLA) antara donor dan penerima.
Studi ini melibatkan 211 pasien berusia 14 tahun ke atas, semuanya didiagnosis menderita keganasan hematologi dan dalam remisi lengkap sebelum transplantasi. Pasien dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jumlah ketidakcocokan HLA: Kelompok A dengan satu ketidakcocokan alel dan Kelompok B dengan dua atau lebih ketidakcocokan. Semua pasien menerima sel induk darah perifer dan perawatan pengkondisian dengan rejimen pembersihan sumsum tulang, bersamaan dengan pencegahan GVHD yang melibatkan ATG.
Hasil utama mencakup tingkat keberhasilan cangkok kumulatif yang tinggi sebesar 96,2% untuk neutrofil dan 93,4% untuk trombosit dalam 28 hari pertama. Studi ini juga menunjukkan insiden GVHD akut berat yang relatif rendah, dengan GVHD tingkat III-IV terjadi pada 12,3% kasus, dan GVHD kronis sedang hingga berat mencapai 21% setelah tiga tahun. Tingkat kelangsungan hidup keseluruhan (OS) tiga tahun adalah 63,1%, dengan tingkat kelangsungan hidup bebas penyakit (DFS) sebesar 54,5%.

Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa jumlah ketidakcocokan HLA tidak secara signifikan memengaruhi tingkat kelangsungan hidup, kejadian GVHD, atau reaktivasi virus. Selain itu, penggunaan dosis ATG yang lebih rendah (≤6 mg/kg) meningkatkan tingkat keberhasilan cangkok dan menawarkan keuntungan klinis tanpa memengaruhi tingkat kelangsungan hidup atau kekambuhan, sehingga memberikan pilihan pengobatan yang hemat biaya.
Penelitian ini merupakan studi multisenter terbesar di Tiongkok tentang transplantasi sel punca alogenik MMUD dan menggarisbawahi potensi pendekatan transplantasi ini untuk pasien dengan kanker hematologi berisiko tinggi. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan hasil pasien dan menyempurnakan protokol transplantasi, menjadikannya kontribusi penting bagi bidang transfusi darah. Pengobatan Kanker.










