Leave Your Message

Submit An Free Inquiry

Our medical team will make an evaluation for you, based on the information you provided. This procedure is free of charge.

AI Helps Write
AI Helps Write

Terobosan Akademik | Tim Medis Lu Daopei Menerbitkan Studi Klinis Terob groundbreaking di British Journal of Haematology

23 Desember 2024

12.23.2.webp

Sebagai pencapaian penting bagi Tim Medis Lu Daopei, sebuah makalah penelitian klinis perintis berjudul “Studi keamanan dan kemanjuran transplantasi sel induk hematopoietik alogenik untuk pasien leukemia limfoblastik akut/limfoma limfoblastik sel T refrakter dan kambuh yang mencapai remisi lengkap setelah terapi sel T reseptor antigen chimeric CD7 autologus” telah diterbitkan di media ternama Jurnal Hematologi Inggris (IF=5.1). Studi ini, yang ditulis oleh Dr. Cao Xingyu dengan Prof. Lu Peihua sebagai penulis korespondensi, berfokus pada potensi menjanjikan dari transplantasi sel punca alogenik (allo-HSCT) sebagai jembatan bagi pasien T-ALL dan T-LBL yang kambuh/refrakter dan telah mencapai remisi lengkap (CR) setelah terapi CAR-T CD7 autologus.

 

Latar Belakang Penelitian:

Kanker sel T, seperti T-ALL dan T-LBL, dikenal karena sifatnya yang agresif dan resistensi pengobatan yang tinggi. Untuk pasien dengan T-ALL/LBL refrakter atau kambuh (R/R T-ALL/T-LBL), terapi tradisional menawarkan keberhasilan yang terbatas dan prognosis yang buruk. Namun, terapi CD7 CAR-T telah muncul sebagai terobosan potensial, menunjukkan harapan yang signifikan dalam mengobati kondisi yang sulit diobati ini, meskipun masih dalam tahap awal uji klinis. Jika diikuti dengan konsolidasi dengan transplantasi sel punca alogenik (allo-HSCT), pasien yang mencapai remisi lengkap (CR) dengan terapi CD7 CAR-T memiliki peluang nyata untuk remisi jangka panjang.

 

Metodologi Studi:

Studi retrospektif ini menganalisis pasien T-ALL dan T-LBL kambuh/refrakter yang menerima terapi NS7 CAR-T, diikuti dengan konsolidasi transplantasi sel punca alogenik (allo-HSCT) antara November 2020 dan Januari 2023 di Rumah Sakit Lu Daopei. Studi ini meneliti berbagai faktor, termasuk usia pasien, jumlah salinan sel CAR-T sebelum transplantasi, dan berbagai rejimen dosis CAR-T, untuk mengevaluasi dampaknya terhadap hasil transplantasi. Hasilnya dibandingkan dengan 124 pasien yang mencapai remisi lengkap (CR) melalui kemoterapi diikuti dengan allo-HSCT.

 

Temuan Utama:

Studi ini melibatkan 34 pasien R/R T-ALL/T-LBL yang mencapai remisi lengkap (CR) setelah terapi NS7 CAR-T dan kemudian menjalani transplantasi sel punca alogenik (allo-HSCT). Interval median antara terapi CAR-T dan transplantasi adalah 57,5 ​​hari. Perlu dicatat, 47,1% pasien mengalami penyakit refrakter primer, sedangkan 52,9% mengalami penyakit kambuh. Setelah infus CAR-T, sindrom pelepasan sitokin (CRS) terjadi pada 33 pasien, dengan 94,1% mengalami CRS tingkat 1–2. Untungnya, tidak ada pasien yang mengalami sindrom neurotoksisitas terkait sel efektor imun (ICANS).

 

Pada 28 hari pasca-CAR-T, 31 pasien mencapai remisi lengkap (CR) negatif MRD, sementara 3 pasien mencapai CR positif MRD. Studi ini juga menemukan bahwa pasien dengan ≤20% blast sumsum tulang sebelum transplantasi memiliki tingkat kekambuhan 0% pada 18 bulan pasca-transplantasi. Jika dibandingkan dengan pasien CR berbasis kemoterapi, tingkat kelangsungan hidup keseluruhan (OS) 2 tahun serupa: 61,9% untuk kelompok CD7 CAR-T vs. 67,6% untuk kelompok kemoterapi. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup bebas leukemia (LFS) 2 tahun hampir identik (62,3% vs. 62,0%).

 

Yang perlu diperhatikan secara khusus, pasien berusia ≤14 tahun yang menerima terapi CD7 CAR-T memiliki angka kelangsungan hidup 2 tahun (OS) dan kelangsungan hidup bebas kekambuhan (LFS) yang luar biasa sebesar 87,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi CD7 CAR-T yang diikuti oleh transplantasi sel punca alogenik (allo-HSCT) dapat menawarkan alternatif yang aman dan efektif untuk pasien T-ALL/T-LBL kambuh/refrakter yang tidak memenuhi syarat untuk pengobatan tradisional.

 

Kesimpulan:

Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi terapi CD7 CAR-T yang diikuti oleh transplantasi sel punca alogenik (allo-HSCT) menawarkan pendekatan pengobatan yang menjanjikan dan efektif untuk pasien T-ALL/T-LBL yang kambuh/refrakter. Hasilnya sebanding dengan yang dicapai dengan kemoterapi dan allo-HSCT, tanpa peningkatan mortalitas non-relaps, memberikan pilihan pengobatan yang sangat berharga bagi pasien dengan pilihan terapi yang terbatas. Temuan studi ini menawarkan harapan untuk remisi dan kelangsungan hidup jangka panjang, terutama pada pasien berisiko tinggi yang menjalani konsolidasi tepat waktu dengan allo-HSCT.

 

Dampak dan Prospek Masa Depan:

Publikasi penelitian inovatif ini di Jurnal Hematologi InggrisIni merupakan bukti dedikasi dan keahlian Tim Medis Lu Daopei. Prestasi ini menyoroti upaya berkelanjutan rumah sakit dalam memajukan pengobatan gangguan darah dan kontribusi signifikan mereka kepada komunitas medis global. Ini menggarisbawahi potensi terapi CD7 CAR-T sebagai pilihan yang layak untuk pasien dengan R/R T-ALL/T-LBL dan mencerminkan komitmen tim untuk mendorong batas-batas pengobatan hematologi. Pengobatan Kanker.